Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 444
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 444 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Surah al-Baqarah (2) Kelompok XVI ayat 197 Redaksi demikian mengisyaratkan, bahwa substansi ibadah haji bertentangan dengan ketiga hal yang dilarang itu. Ini berdasar rumus yang menyatakan bahwa: Segala yang melanggar, dilarang, dan segala yang bertentangan, dinafikan, yakni dinyatakan tiada. Di sisi lain, redaksi tersebut juga mengisyaratkan bahwa bukan saja dilarang bila ketiganya berkumpul bersama, tetapi ia dilarang walau hanya berdiri sendiri. Ini dipahami dari pengulangan kata tidak pada masing-masing keburukan itu. Kalau di atas ada tuntutan dan tuntunan menghindari interaksi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman, maka penggalan berikut dari ayat ini, yakni: Dan apapun yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya, mengandung tuntutan dan tuntunan agar para jemaah haji menjalin hubungan harmonis serta mengucapkan kalimat-kalimat sopan dan baik agar jiwa mereka dapat lebih terarah kepada ketinggian rohani, saling bantu-membantu dan'nasihat-menasihati, khususnya dengan jemaah haji lain, baik dalam bidang material maupun spiritual. Dari sini lahir pesan berikutnya: Berbekallah! Bekal dimaksud ada dua macam. Pertama bekal materi sehingga masing-masing calon tidak terganggu pikirannya atau resah jiwanya, tidak juga harus membuang air mukanya dengan meminta-minta akibat kekurangan bekal, bahkan jemaah haji dituntut agar dapat saling membantu dan saling memberi. Bekal kedua adalah dalam bidang rohani. Bekal jenis kedua ini menuntut kesiapan mental, ilmu pengetahuan khususnya menyangkut ibadah yang akan dilaksanakan, karena kesempurnaan haji bukan pada gerakan fisik, tetapi pada kemantapan jiwa menghadap Allah swt. Salah satu yang amat penting untuk diketahui, ditegaskan oleh ayat ini, yaitu Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Takwa, yakni upaya menghindari siksa dan sanksi Tuhan, baik duniawi akibat pelanggaran terhadap hukum-hukum Allah yang berlaku pada alam maupun ukhrawi akibat pelanggaran hukum-hukum Allah yang ditetapkanNya dalam syariat. Pesan berbekallah maka sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, dapat juga dipahami dalam arti berbekallah dan bertakwalah kepada Allah dalam menyiapkan dan membawa bekal itu. Jangan jadikan bekal yang engkau persiapkan atau bawa merupakan hasil dari pelanggaran atau harta yang haram. Jangan juga membawa bekal yang tidak dibenarkan Allah atau peraturan yang ditetapkan pemerintah yang berwenang mengatur urusan


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 444 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi