Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Na fi" U + O na e tega t da Kelompok XVI ayat 200 Surah al-Baqarah (2) tas Ea Perintah berzikir itu juga penting, karena telah menjadi kebiasaan para jemaah haji ketika itu, apabila telah selesai melaksanakan ibadah haji di Mina, mereka berkumpul untuk menyebut-nyebut kehebatan orang tua atau leluhur mereka, itu sebabnya sehingga zikir yang diperintahkan-Nya adalah hendaknya sebagaimana kamu menyebut-nyebut dengan bangga orang lual lelubur kamu, bahkan bergikirlah dengan teguh dari itu, atau lebih banyak dan mantap dari zikir terhadap leluhur kamu. Redaksi ayat ini menggunakan kata (msi) asyadd/ lebip teguh) mantap, bukan lebih banyak, karena yang terbaik adalah keteguhan dan kemantapan, bukan banyaknya zikir tanpa kemantapan. Memang banyaknya zikir dapat melahirkan kemantapan. Di sisi lain tentu saja yang terbaik adalah berzikir yang banyak dan mantap. Betapa kamu tidak menyebut Allah lebih banyak dari menyebut kebaikan leluhur, sedangkan kebaikan dan keistimewaan yang kamu banggabanggakan pada mereka itu, pada hakikatnya bersumber dari anugerah Allah, bahkan kamu dan orang tua kamu tidak dapat wujud dan tidak juga melakukan sesuatu aktivitas kecuali atas izin-Nya. Betapapun juga, zikir kamu tidak lebih banyak dan mantap dari zikir orang tua dan leluhur kamu, padahal kamu adalah umat Muhammad saw: umat terpilih di antara seluruh umat, sedang leluhur kamu bukan umat seperti? kamu. Salah satu bentuk zikir adalah doa kepada Allah. Tetapi manusia yang berdoa kepada-Nya ada dua macam. Yang pertama ditunjuk oleh firman-Nya: Maka di antara manusia yang melaksanakan haji atau semua manusia, ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami di dunia,” yakni kabulkanlah apa yang kami harapkan dan cita-citakan, atau apa saja yang menyenangkan hidup kamu, halal atau haram, baik untuk masa depan atau masa kini kami. Makna ini dipahami karena si pemohon tidak bermohon untuk dunianya yang bersifat hasanah, dan tidak juga berdoa sesuatu apapun yang menyangkut akhirat. Allah mungkin mengabulkan permohonan mereka, tetapi Iiadalah baginya bagian yang menyenangkan walau sedikit pun di akhirat, karena dia tidak mengharapkannya dan tidak juga bermohon apalagi berusaha meraihnya. Jika kata (4t38) an-nds/ orang-orang dipahami dalam arti orang-orang yang melaksanakan haji, maka ayat ini mengisyaratkan, bahwa tidak semua yang berkunjung ke Mekah dan melakukan amalan-amalan yang dituntut