Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 463
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 463 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

453. a Kelompok XVII ayat 212 Surah al-Baqarah (2) Gi gn” Di dunia pun pada hakikatnya mereka lebih tinggi. Betapa tidak, segala sesuatu telah ditundukkan Allah kepada manusia (OS. al-Jatsiyah (451: 12). Bukankah segala sesuatu diciptakan untuk kepentingan manusia? Yang bertakwa mengaktualkan ketinggiannya terhadap segala sesuatu dengan menggunakannya, bahkan mengorbankannya untuk kepentingan dinnya sebagai makhluk dan hamba Allah, demi meraih kedudukan yang lebih tinggi di akhirat kelak. Manusia yang taat adalah pengelola yang berkuasa atas alam raya. Adapun mereka yang bergelimang dalafn kehidupan duniawi, maka pada hakikatnya dia adalah budak dunia karena ia mengejarnya, bersedia mengorbankan diri, masa depan, bahkan hidupnya untuk meraih apa yang sebenarnya telah direndahkan untuknya. Jika demikian halnya, maka pada hakikatnya orang-orang yang bertakwa sejak kini, dalam kehidupan dunia ini, sudah lebih tinggi dari mereka yang mengejar dunia bahkan bisa diperbudak olehnya. Memang ayat ini tidak secara tegas menyatakan demikian. Ini bisa jadi karena hakikat tersebut tidak jelas bagi semua orang. Yang ditegaskan oleh ayat hanya keadaan mereka di akhirat kelak, karena ketika itu jarak antara yang bertakwa dengan yang kafir semakin jauh, yang ini meningkat dan meningkat lebih tinggi dari tingkatannya sekarang, dan yang itu, kini telah jatuh ke tingkat yang lebih rendah dari yang rendah (dunia dan gemerlapannya) dan di akhirat kelak ia akan semakin rendah dan terpuruk karena ia telah jatuh meluncur ke jurang yang lebih dalam. Allah memberi rezeki secara terus-menerus kepada yang dikehendaki-Nya lanpa batas. Tidak satu makhluk pun walau sesaat yang tidak mendapat rezeki Allah. Kata (GA) hisab dapat berarti perhitungan, pertanggungjawaban, batas, atau dugaan, sehingga ayat ini dapat berarti Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa ada yang berhak mempertanyakan kepada-Nya, mengapa Dia memperluas rezeki kepada seseorang dan mempersempitnya pada yang lain. Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya, tanpa memperhitungkan pemberian itu, karena Dia Maha Kaya sehingga tidak memperdulikan berapa yang Dia berikan. Allah memberi rezeki kepada seseorang tanpa yang bersangkutan menduga kehadiran rezeki itu. Allah memberi rezeki tanpa menghitung secara detail amalan-amalan yang diberi-Nya. Allah memberi rezeki kepada seseorang dalam jumlah yang amat banyak, sehingga yang bersangkutan tidak mampu menghitungnya.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 463 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi