Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok I ayat 3 Surah al-Fatihah (1) itu tidak merasakan kepedihan, maka menurut Imam Ghazali adalah karena makhluk yang mencurahkan rahmat saat merasakan kepedihan itu, hampirhampit saja dapat dikatakan bahwa ia saat mencurahkannya berupaya untuk menghilangkan rasa pedih itu dari dirinya, dan ini berarti bahwa pemberiannya tidak luput dari kepentingan dirinya. Hal ini mengurangi kesempurnaan makna rahmat, yang seharusnya tidak disertai dengan kepentingan diri, tdak pula untuk menghilangkan rasa pedih tetapi semata-mata demi kepentingan yang dirahmati. Nah, demikianlah rahmat Allah“swt. Pemilik rahmat yang sempurna adalah “Yang menghendaki dan melimpahkan kebajikan bagi yang butuh serta memelihara mereka,” sedang Pemilik rahmat yang menyeluruh adalah yang mencurahkan rahmat kepada yang wajar maupun yang tidak wajar menerimanya. Rahmat Allah bersifat menyeluruh karena setiap Dia menghendaki tercurahnya rahmat, sekita itu juga rahmat tercurah. Rahmat-Nya pun bersifat menyeluruh karena rahmat itu mencakup yang berhak maupun yang tidak berhak, serta mencakup pula aneka macam rahmat yang tidak dapat dihitung atau dinilai. Kata rahmat dapat dipahami sebagai sifat Dzat dan ketika itu Rahman dan Rahim merupakan sifat Dzat Allah swt. Atau dapat juga dipahami dalam arti sesuatu yang dicurahkan, sehingga bila demikian rahmat menjadi sifat Perbuatan-Nya. Ketika Anda berdoa seperti yang diajarkan al-Qur'an QS. Al “Imran [3]: 8, Wa bab land min ladunka rabmatan (anugerahkanlah bagi kami dari sisi-Mu rahmat), maka kata rahmat di sini merupakan sesuatu yang dicurahkan Allah, bukan merupakan sifat Dzat-Nya, karena sifat Dzat tidak dapat dianugerahkan. Apakah sama makna Rahman dan Rahim? Ada yang mempersamakannya, namun pandangan ini tidak banyak didukung oleh ulama. Dua kata yang seakar, bila berbeda “timbangan” pasti mempunyai perbedaan makna, dan bila salah satunya memiliki huruf berlebih maka biasanya kelebihan huruf menunjukkan kelebihan makna. Ziyidah al-mabna yadullu “ald giyadah al-ma'na, demikian bunyi kaidah yang mendukung pandangan di atas. Jika demikian, apa perbedaan antara Rahman dan Rahim? Banyak ragam jawaban terhadap pertanyaan ini. Imam Ghazali dalam bukunya a/Magshad al-A Yi setelah menjelaskan bahwa kata Rahman merupakan kata khusus yang menunjuk kepada Allah, dan kata R4hfm bisa disandang oleh Allah dan selaim-Nya, maka berdasar pembedaan itu Hujjatul Islam ini berpendapat bahwa rahmat yang