Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Fatihah (1) Kelompok I ayat 4 sifat-sifat-Nya, tetapi ia merupakan akibat dari sifat-sifat yang telah dipaparkan pada ayat-ayat yang lalu. Ayat-ayat yang lalu menyifati Tuhan Yang Maha Esa itu dengan Rabb al-'alamin dan ar-Rahman ar-Rahim yang menunjukkan betapa sempurna kasih sayang-Nya terhadap mahkluk, dan bahwa perlakuan-Nya terhadap mereka adalah atas dasar pemeliharaan, bimbingan dan pendidikan, yang mencakup perintah dan larangan guna kemaslahatan mereka, walaupun pada umumnya perintah dan larangan itu tidak sejalan dengan dorongan nafsu mereka, serta terasa beratsolehnya. Dari sini, terdorong oleh kekhawatiran adanya orang yang hanya mengandalkan rahmat dan kasih Allah serta pendidikan dan bimbinganNya yang disinggung sebelum ini, sehingga mengantar mereka mengabaikan tuntunan-tuntunan Allah, maka adalah sangat perlu menggaris bawahi bahwa Allah yang Rahman dan Rahim, serta Pemelihara dan Pembimbing itu juga adalah Dia Pemilik hari Kemudian. Di sana kelak Dia akan memberi setiap jiwa balasan dan ganjaran sesuai dengan amal perbuatan mereka. Informasi itu diharapkan akan mendorong setiap orang untuk melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ada dua bacaan populer menyangkut ayat ini yaitu (:4Ls) Malik yang berarti Raja, dan («Jw) Malik yang berarti pemilik. Ayat keempat surah ini dapat dibaca dengan kedua bacaan itu, dan keduanya adalah bacaan Nabi saw. berdasar riwayat-riwayat yang dapat dipertanggungjawabkan kesahihannya (mutawatir). Kata ( W) Malik mengandung arti penguasaan terhadap sesuatu disebabkan oleh kekuatan pengendalian dan keshahihannya. Md/ik yang biasa diterjemahkan dengan raya adalah yang menguasai dan menangani perintah dan larangan, anugerah dan pencabutan dan karena itu biasanya kerajaan terarah kepada manusia dan tidak kepada barang yang sifatnya tidak dapat menerima perintah dan larangan. Seorang Pemilik, belum tentu seorang Raja. Di sisi lain, kepemilikan seorang raja biasanya melebihi kepemilikan yang bukan Raja. Di samping itu ada raja yang wewenangnya lebih rendah dari pemilik kekuasaan yang lain. Raja dalam satu negara demokrasi boleh jadi hanya lambang sedang kekuasaan dilimpahkan oleh rakyat kepada Pemerintah yang dipimpin oleh seorang ekskutif atau Perdana Menteri. Menyifati Allah seperti bunyi ayat di atas memberi kesan penegakan keadilan, karena raja atau penguasa yang baik, yang mengasihi kepada rakyat atau bawahannya serta yang mendidik mereka pasti akan membela siapa