Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 67
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 67 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Kelompok I ayat 4 Surah al-Fatihah (1) yang teraniaya dan mencegah penganiaya, anatara lain dengan menegakkan keadilan. Penguasa yang baik pasti juga — dalam rangka pendidikannya akan memberi balasan baik terhadap yang berbuat baik dan sanksi bagi yang bersalah. Allah swt. adalah Raja sekaligus Pemilik, ini terbaca dengan jelas antara lain dalam QS. Al “Imran (3): 26: Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang Pemilik kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Fingkan kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Kepemilikan Allah berbeda dengan kepemilikan makhluk/manusia. Allah swt. mempunyai wewenang penuh untuk melakukan apa saja terhadap apa yang dimiliki-Nyaf berbeda dengan manusia. Sebagai contoh;'jika Anda memiliki seorang pembantu, maka walaupun Anda berwewenang untuk mempekerjakannya sesuai dengan kehendak Anda dan dia berkewajiban untuk melaksanakan perintah dan atau menjauhi larangan Anda, tetapi Anda tidak menguasai perasaan dan pikirannya Anda tidak kuasa untuk menghentikan peredaran darah dan denyut jantunganya. Anda tidak memiliki dan menguasainya pada saat-saat istirahat atau harısharı liburnya. Bahkan jangankan manusia, pemilikan terhadap makhluk tak bernyawapun tidak sampai pada suatu tingkat pemilikan mutlak. Bukankah jika Anda mempunyai sebuah cangkir, Anda tidak bebas melempar atau memecahkannya, karena jika itu Anda lakukan maka paling sedikit kecaman akan terlontar kepada Anda karena manusia adalah makhluk bertanggung jawab atas segala aktivitasnya, berbeda dengan Allah. Dia tidak dikecam atas apapun yang dilakukanNya, karena per-timbangan pikiran manusia tidak dapat menjadi ukuran yang pasti terhadap perbuatanperbuatan Nya. “Dia (Allah) tidak dituntut mempertanggung jawabkan apa yang dilakukan-Nya sedang mereka (manusia) dituntut” (OS. al-Anbiya' (211: 23). Tanda-tanda kerajaan Allah adalah kehadiran banyak pihak kepadaNya untuk bermohon pemenuhan kebutuhannya, dan atau untuk menyampaikan persoalan-persoalan besar agar dapat tertanggulangi. Allah swt. melukiskan betapa Yang Maha Kuasa itu melayani kebutuhan makhluknya. Firman-Nya: ‘Setiap yang di langit dan di bumi bermohon kepadaNya. Setiap saat Dia dalam kesibukan (memenuhi kebutuhan mereka)” (QS. atRahmân [55]: 29).


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 67 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi