Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Fatihah (1) Kelompok II ayat 5 berfirman: “Aku diagungkan oleh hamba-Ku”, dan apabila dia membaca, 1yyaka na'budu wa 1yyaka nasta ín (hanya kepada-Mu kami mengabdi dan hanya kepada-Mu kami memohon bantuan), Allah berfirman: “Ini antara Aku dan hamba-Ku, dan untuk hamba-Ku apa yang dia mohonkan.” Dan apa bila ia membaca, ihdind ash-shirdth al-mustagim shirath alladzina an 'amta 'alaihim ghair al-maghdhubi 'alaihim wa la adh-dhdllin (jalan mereka yang Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai, bukan juga yang sesat), maka Allah berfirman: “Ini untuk hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa,yang dia mohonkan” (HR. Muslim melalui Abu Hurairah). Yang dimaksud dengan shalat dalaim hadits di atas adalah ayat ayat surah al-Fatihah. Ayat-ayat yang merupakan “bagian” Allah itu adalah ayat-ayat yang lalu yang membicarakan sifat Allah swt. dan kekuasaan-Nya yang tidak terbatas, dari Basmalah sampai dengan Mâliki yaum ad din. Semua ayat itu khusus untuk Allah semata. Adapun ayat kelima yang sedang ditafsirkan ini, oleh Allah swr dalam hadits di atas dinyatakan-Nya sebagai “ayat bersama”, sebagian untuk Allah dan sebagian lainnya untuk hamba-Nya. Yang untuk Tuhan adalah pernyataan 1yydka na budu, sedang yang untuk hamba-Nya dimulai dengan permohonan wu 1yydka nasta'in sampai dengan akhir surah. Redaksi ayat ini Hanya kepada-Mu kami mengabdi dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan, adalah bukti bahwa kalimat-kalimat tersebut adalah pengajaran. Ia diajarkan Allah agar kita ucapkan, karena mustahil Allah yang Maha Kuasa itu berucap demikian, bila bukan untuk tujuan pengajaran. Memang kita dapat berkata bahwa ayat-ayat al-Qur'an dapat dibagi dalam tiga kategori, ditinjau dari segi pengucap pertama atau dengan kata lain pemilik kata-katanya. Kategori pertama, ucapan atau kalimat yang sejak semula telah merupakan firman-firman-Nya dalam arti Allah yang mengucapkannya secara langsung, seperti firman-Nya kepada Nabi Musa as.: “Sesungguhnya Aku adalah Tuhanmu, maka bukalah alas kakimu, sesungguhnya engkan sedang berada dilembah yang suci Thuwa” (OS. Thaha (20): 12) atau firman-Nya kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan khalifah di bumi” (OS. al-Baqarah (2): 30). Kategori kedua, adalah firman-firman-Nya yang mengabadikan ucapan makhluk-Nya seperti sabda Nabi Muhammad Rasul saw. kepada Abu bakr ra. ketika mereka berada dalam gua “Jangan bersedih sesungguhnya Allah bersama kita” atau ucapan sementara orang Yahudi, Nasrani dan lain. Katagori keriga, adalah adalah firman-firman Allah tetapi merupakan pengajaran buat makhluk untuk mengucapkan kata serupa. Ini terbagi dua.