Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
“S1 Kelompok II ayat 5 Surah al-Fatihah (1) Laa va Pada umumnya za didahului oleh kata'gx/ seperti firman-Nya: 0z/ Huwa Allahu abad (OS. al-Ikhlash (112): 1) atau Oxl afdzu bi rabb al-jalag (OS. al-Falag (113): 1) dan lain-lain. Ada juga yang tidak didahului oleh kata gw/ seperti pada ayat yang sedang ditafsirkan ini. Yang terakhir ini dapat diibaratkan dengan keadaan seorang yang mengajar seorang anak mengucapkan kata “radio” padahal dia belum pandai mengucapkan huruf R. Ketika itu ia akan berkata kepadanya, “ladio” bukan “radio” Demikian itu halnya dengan pengajaran mengucapkan: Iyydka na budu (hanya kepada-Mu kami mengabdi). Banyak sekali pesan yang dikandung oleh kedua kata terangkai itu, (B1) nydka dan (Aas) na budu. Secara tidak langsung penggalan ayat ini mengecam mereka yang mempertuhan atau menyembah selain Allah, baik masyarakat Arab ketika itu maupun selainnya. Memang banyak sekali di antara masyarakat Jahiliah yang menyembah berhala, benda-benda langit atau bahkan binatangbinatang. Dari kalangan masyarakat Arab, kaum Saba' di Yaman, demikian juga suku Taim, Ukal dan Dhabbat di Jazirah Arabia menyembah matahari, Kinanah menyembah bulan, Lakhem dan Khuza'at dan sebagian suku Ouraisy menyembah palanet Mars. Di sisi lain masyarakat Persia menyembah gelap dan terang, sebagai lambang dari tuhan jahat dan tuhan baik, sebagaian masyarakat Sudan bahkan menyembah binatang seperti ulgr. Sebelum mereka Bani Isra'il pernah menyembah sapi dan lain-lain. Penggalan ayat ini mengecam mereka semua, dan mengumandangkan bahwa yang disembah hanya Dia Rabb al-dlamin, Tuhan sesembahan-sesembahan itu, bahkan Tuhan seru sekalian alam. ( 3G; ) Iyyåka merupakan kata yang menunjuk kepada persona kedua, dalam hal ini yang dimaksud adalah Allah swt. Sebelum ayat ini, redaksi yang digunakan ayat-yat al-Fatihah semuanya berbentuk persona ketiga. Dengan nama Allah yang Maha Rahman lagi Maha Rahim Segala puji bagi Allah Pemelihara seluruh alam, Yang yang Maha Rahman lagi Maha Rahim, Pemilik hari Pembalasan. Tiba-tiba di sini, redaksi diubah kebentuk persona kedua: Hanya kepada-Mu kami mengabdi dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.” Ini berarti ayat di atas dengan mengajarkan untuk mengucapkan (54!) iyika menuntut pembacanya agar menghadirkan Allah dalam benaknya. Bukankah jika Anda berkata “rumah” yang terbayang hanya bangunan tertentu, tetapi jika Anda berkata “rumah si A” maka yang muncul dalam benak, di samping rumah, juga pemilik rumah yakni si A. Demikian kesan yang ditimbulkan oleh kata iyyd&a (hanya kepada-Mu), sebagaimana dijelaskan oleh Thabathaba'i.