Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 87
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 87 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Kelompok II ayat 6 Surah al-Fatihah (1) memadukan motivasi ibadah dengan apapun selain Allah, karena kalau demikian, hilang unsur keikhlasan dan muncul unsur pamrih atau riya’. Sedang dalam meminta bantuan, memang tidak ada salahnya meminta pula bantuan kepada selain Allah dalam hal-hal yang termasuk hukum sebab dan akibat, dalam arti yang telah dijelaskan di atas. Bukankah Allah memerintahkan kita untuk saling tolong-menolong? Tetapi harus disadari bahwa pada hakikatnya bantuan yang diharapkan itu tidak dapat wujud tanpa izin dan restu Ilahi. AYAT 6 KAP AN bria Gahi 33 ‘Bimbing (antar)lah kami (memasuki) jalan lebar dan luas. Setelah mempersembahkan puja puji kepada Allah dan mengakui kekuasaan dan kepemilikan-Nya, ayat selanjutnya merupakan pernyataan hamba tentang ketulusan- Nya beribadah serta kebutuhannya kepada pertolongan Allah. Nah dengan ayat ini sang hamba mengajukan permonan kepada Allah, yakni bimbing antar-lah kami memasuki jalan lebar dan luas. Kata (tumi) zhdind terambil dari akar kata yang terdiri dari hurufhuruf h4' dal dan yd' Maknanya berkisar pada dua hal. Pertama Tampil ke depan memberi petunjuk dan kedua menyampaikan dengan lemah lembut. Dari sini lahir kata hadiah yang merupakan penyampaian sesuatu dengan lemah lembut guna menunjukkan simpati. Allah menganugerahkan petunjuk. Petunjuk-Nya bermacam-macam sesuai dengan peranan yang diharapkannya dari makhluk. “Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada setiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk” (OS. Thaha (20): 50). “Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi, yang menciptakan dan menyempurnakan (penciptaan-Nya), dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk” (OS. a-AYA (87): 1-3). Allah swt. menuntun setiap makhluk kepada apa yang perlu dimilikinya dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Dialah yang memberi hidayah kepada anak ayam memakan benih ketika baru saja menetas, atau lebah untuk membuat sarangnya dalam bentuk segi enam, karena bentuk tersebut lebih sesuai dengan bentuk badan dan kondisinya. Petunjuk tingkat pertama (naluri) terbatas pada penciptaan dorongan untuk mencari hal-hal yang dibutuhkan. Naluri tidak mampu mencapai apapun yang berada di luar tubuh pemilik naluri itu. Nah, pada saat datang


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 87 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi