Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Fdtihah (1) Kelompok II ayat 7 yang telah memperoleh hidayah boleh jadi tergelincir, sehingga permohonan tersebut adalah permohonan agar senantiasa ditetapkan dalam hidayah sebagaimana bunyi doa yang diajarkan al-Qur'an “Tuban kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami,” QS. Al Imrin (3J: 38. Bukan saja karena itu, tetapi lebih-lebih lag karena betapa banyak pun hidayah yang telah diperoleh, yang tersisa di sisi Allah masih sangat jauh lebih banyak dan Dia menjanjikan bahwa: “Dan Allah akan menambah petunjuk untuk orang-orang yang telah mendapat petunjuk” (OS. Maryam [19]: 76). AYAT 7 AP alta Yo ee apaia $ mé caai sili Dro “Qyaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahi nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.” Nikmat adalah kesenangan hidup dan kenyamanan yang sesuai dengan diri manusia. Nikmat menghasilkan suatu kondisi yang menyenangkan setta tidak mengakibatkan hal-hal negatif, baik material maupun immaterial. Kata ini mencakup kebajikan duniawi dan ukhrawi. Sementara ulama menyatakan bahwa pengertian asalnya berarti “kelebihan” atau “pertambahan”. Nikmat adalah sesuatu yang baik dan berlebih dari apa yang telah dimiliki sebelumnya. Seseorang dapat membayangkan apa saja nikmat-nikmat Allah yang telah diperolehnya, dengan melihat modal apakah yang dimilikinya sendiri sebelum hadir di pentas dunia ini. Adakah yang dimiliki manusia sebelum ini? “Bukankah telah datang alas manusia, suatu waktu dari masa, ketika dia belum merupakan sesuatu yang dapat disebut (karena dia belum ada)?” (OS. al-Insan (76): 1). Kalau demikian, keberadaannya di pentas bumi ini adalah nikmat, atau suatu penambahan dan kelebihan. Apakah manusia sebelum berada di pentas ini telah telah memiliki kekayaan, ilmu pengetahuan, anak, istri, pakaian, kedudukan, kekuasaan, petunjuk agama dan lain-lain? Jawabannya secara gamblang dan jelas adalah, tidak atau belum. Buktinya, ada manusia yang tidak memiliki paling tidak sebagian dari apa yang disebut itu. Kalau demikian, kesemuanya itu adalah nikmat-nikmat Allah, sehingga pada akhirnya apa pun yang berada dalam diri manusia, dalam lingkungan bahkan di seluruh alam raya ini, kesemuanya adalah nikmat Allah, sehingga tepatlah