Dan seandainya Kami menghendaki niscaya Kami telah mengangkat kadarnya dengan apa yang Kami berikan kepadanya berupa ayat-ayat niscaya Kami lakukan, akan tetapi ia justru bersandar kepada dunia dan mengikuti hawa nafsunya, serta ia lebih mengutamakan kelezatannya serta syahwatnya di atas akhirat, dan ia menahan diri dari ketaatan kepada Allah serta menyalahi perintah-Nya. Maka perumpamaan laki-laki ini adalah laksana perumpamaan anjing, jika engkau menghalaunya atau engkau membiarkannya niscaya ia akan menjulurkan lidahnya dalam dua keadaan tersebut seraya terengah-engah. Maka demikian pula orang yang terlepas dari ayat-ayat Allah niscaya ia senantiasa berada di atas kekafirannya baik engkau bersungguh-sungguh dalam dakwahmu kepadanya ataukah engkau mengabaikannya. Pensifatan ini —wahai Rasul— adalah pensifatan kaum tersebut yang mereka dahulu adalah orang-orang sesat sebelum engkau mendatangi mereka dengan hidayah serta risalah. Maka ceritakanlah —wahai Rasul— berita umat-umat terdahulu, karena sesungguhnya dalam pemberitaanmu dengan hal itu terdapat mukjizat terbesar, barangkali kaummu mentadabburi pada apa yang engkau bawa kepada mereka lalu mereka beriman kepadamu.