Dan ingatlah —wahai Rasul— Tuhanmu di dalam dirimu sebagai bentuk kekhusyukan serta kerendahan diri bagi Allah dalam keadaan takut lagi gemetar hati dari-Nya, dan serulah Dia dalam keadaan menengah antara suara keras serta suara lirih di awal siang maupun akhirnya, dan janganlah engkau termasuk dari bagian orang-orang yang lalai dari zikir kepada Allah, lagi berpaling darinya di seluruh waktu-waktu mereka.