Allah Jalla Jalaluhu menegur sekelompok orang munafik yang meminta izin kepada Rasulullah ﷺ untuk tertinggal dari perang (Tabuk), seraya menjelaskan bahwasanya seandainya keberangkatan mereka itu menuju ghanimah yang dekat lagi mudah diraih niscaya mereka telah mengikutimu, akan tetapi tatkala mereka diajak menuju peperangan melawan Romawi di ujung negeri (Syam) pada waktu panas, mereka berkecil hati, dan tertinggal. Serta mereka kelak akan memohon uzur atas ketertinggalan mereka dari keberangkatan seraya bersumpah bahwasanya mereka tidak mampu melakukan hal itu, mereka membinasakan diri mereka sendiri dengan kedustaan serta kemunafikan, padahal Allah mengetahui bahwasanya mereka benar-benar para pendusta dalam apa yang mereka tampakkan kepadamu berupa uzur-uzur.