Sesungguhnya amal perbuatan kalian —wahai sekalian orang munafik— berupa olok-olok serta kekafiran adalah laksana amal perbuatan umat-umat terdahulu yang mereka berada pada sisi kekuatan, harta, serta anak-anak yang lebih hebat daripada kalian. Lalu mereka merasa tenteram terhadap kehidupan dunia, dan mereka bersenang-senang dengan apa yang ada di dalamnya berupa bagian-bagian serta kelezatan. Maka kalian bersenang-senang wahai sekalian orang munafik dengan bagian kalian berupa syahwat yang fana laksana bersenang-senangnya orang-orang sebelum kalian dengan bagian-bagian mereka yang fana. Dan kalian masuk ke dalam kedustaan atas nama Allah laksana masuknya umat-umat tersebut sebelum kalian. Mereka yang tersifat dengan akhlak ini adalah orang-orang yang telah hilang kebaikan-kebaikan mereka di dunia dan akhirat, dan mereka itulah orang-orang yang merugi dengan tindakan mereka menjual nikmat akhirat demi bagian-bagian mereka dari dunia.