Janganlah engkau berdiri —wahai Nabi— untuk salat di dalam masjid tersebut selama-lamanya; karena sesungguhnya masjid yang dibangun di atas takwa sejak hari pertama —yaitu masjid (Quba)— adalah lebih utama untuk engkau berdiri di dalamnya untuk salat. Karena di dalam masjid ini terdapat laki-laki yang menyukai untuk mensucikan diri dengan air dari najis serta kekotoran, sebagaimana mereka mensucikan diri dengan kewara'an serta istighfar dari dosa-dosa dan kemaksiatan. Dan Allah menyukai orang-orang yang mensucikan diri. Dan apabila masjid (Quba) saja telah dibangun di atas takwa sejak hari pertama, maka masjid Rasulullah, ﷺ, adalah demikian pula melalui jalan yang lebih utama dan pantas.