Dan tidaklah adanya istighfar Ibrahim 'alaihissalam bagi bapaknya yang musyrik, melainkan dikarenakan suatu janji yang ia janjikan kepadanya, yaitu ucapannya: Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku (19:47). Maka tatkala telah jelas bagi Ibrahim bahwasanya bapaknya adalah musuh bagi Allah dan tidak bermanfaat padanya wejangan maupun pengingat, serta bahwasanya ia akan mati dalam keadaan kafir; niscaya beliau meninggalkannya dan meninggalkan istighfar baginya, serta beliau berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrahim 'alaihissalam adalah orang yang agung permohonannya kepada Allah, banyak pemaafannya atas apa yang muncul dari kaumnya berupa ketergelinciran.