Dan apabila manusia ditimpa kesulitan ia menyeru Kami demi pelenyapan hal tersebut darinya baik dalam keadaan berbaring menyamping atau duduk maupun berdiri, sesuai dengan keadaan yang ia berada di atasnya saat turunnya bahaya tersebut kepadanya. Namun tatkala Kami telah melenyapkan darinya kesulitan yang menimpanya, ia terus berjalan di atas jalannya yang semula seakan-akan ia belum pernah menyeru Kami demi bahaya yang menyentuhnya, ia melupakan kesulitan serta malapetaka yang pernah ia alami, dan ia meninggalkan kesyukuran kepada Tuhannya yang telah melapangkan darinya malapetaka yang telah turun kepadanya. Sebagaimana telah dihiasi bagi manusia ini keberlanjutannya di atas pengingkaran serta pembangkangannya setelah Allah melenyapkan darinya bahayanya, telah dihiasi pula bagi orang-orang yang melampaui batas dalam kebohongan atas nama Allah dan atas para nabi-Nya akan apa yang dahulu mereka kerjakan berupa kemaksiatan kepada Allah dan kesyirikan kepada-Nya.