Dia menciptakan manusia dari air yang nista (mani) namun tiba-tiba ia menjadi kuat dan terpedaya, sehingga ia menjadi penentang yang sangat lagi pendebat bagi Tuhannya dalam hal pengingkaran terhadap kebangkitan, maupun selain itu, laksana ucapannya: Siapakah yang mampu menghidupkan tulang belulang padahal ia sudah hancur lebur, padahal ia melupakan Allah yang telah menciptakannya dari ketiadaan.