Dan Allah memberikan perumpamaan lainnya bagi kebatilan kesyirikan akan dua orang lelaki: salah satunya bisu lagi tuli tidak memahami dan tidak pula memberikan pemahaman, ia tidak kuasa atas kemanfaatan bagi dirinya sendiri maupun orang lain, dan ia merupakan beban yang berat bagi orang yang mengurusi urusannya serta menanggungnya, jika ia mengutusnya untuk suatu urusan yang ia tuntaskan niscaya ia tidak akan berhasil, dan tidak akan kembali kepadanya dengan kebaikan, serta seorang lelaki lainnya yang selamat indranya, ia memberi manfaat bagi dirinya sendiri serta orang lain, ia memerintahkan dengan keadilan, serta ia berada di atas jalan yang nyata tidak ada kebengkokan di dalamnya, maka apakah dua lelaki tersebut sama dalam pandangan para pemilik akal? Lantas bagaimana mungkin kalian menyetarakan antara berhala yang bisu lagi tuli dengan Allah yang Maha Kuasa lagi Maha Pemberi Nikmat dengan setiap kebaikan?