Dan Allah memberikan sebuah perumpamaan yaitu kota —Makkah— yang ia dahulu berada dalam keamanan dari serangan, serta ketenangan dari kesempitan penghidupan, yang mana rezekinya mendatanginya dalam keadaan nikmat lagi mudah dari setiap arah, namun penduduknya mengingkari nikmat-nikmat Allah atas mereka, dan mereka menyekutukan-Nya, serta tidak bersyukur bagi-Nya. Maka Allah menghukum mereka dengan kelaparan, serta rasa takut dari pasukan-pasukan Rasulullah ﷺ serta bala tentaranya, yang mana mereka dahulu selalu menakuti kaum tersebut; dan yang demikian itu dikarenakan sebab kekafiran mereka serta perbuatan mereka yang batil.