Dan sabarkanlah dirimu —wahai Nabi— bersama sahabat-sahabatmu dari kalangan mukminin yang fakir yang mereka menyembah Tuhan mereka semata, dan mereka menyeru-Nya di waktu pagi serta sore, seraya mereka menginginkan dengan hal itu wajah-Nya, dan duduklah bersama mereka serta bergaullah dengan mereka, dan janganlah engkau memalingkan pandanganmu dari mereka menuju orang selain mereka dari kalangan kafir dikarenakan keinginan untuk menikmati perhiasan kehidupan dunia, serta janganlah engkau menaati orang yang telah Kami jadikan hatinya lalai dari zikir kepada Kami, dan ia lebih mengutamakan hawa nafsunya di atas ketaatan kepada Pelindungnya, sehingga menjadilah urusannya dalam seluruh amal perbuatannya berupa kesia-siaan serta kebinasaan.