Dan ia pun memasuki kebunnya, padahal ia sedang menzalimi dirinya sendiri dengan kekafiran terhadap kebangkitan, serta keraguannya pada tegaknya hari kiamat, lalu ia merasa kagum dengan buah-buahannya dan ia berkata: Aku tidak yakin bahwasanya kebun ini akan binasa sepanjang hidup, dan aku tidak yakin bahwasanya kiamat itu akan terjadi, dan seandainya diasumsikan jatuhnya kiamat tersebut —sebagaimana yang engkau klaim wahai orang mukmin— lalu aku dikembalikan menuju Tuhanku niscaya aku benar-benar akan mendapati di sisi-Nya tempat kembali serta tempat rujukan yang lebih baik daripada kebun ini; dikarenakan kemuliaanku serta kedudukanku di sisi-Nya.