Dan terwujudlah apa yang dikatakan oleh orang mukmin tersebut, dan jatuhlah kehancuran pada kebun itu, sehingga binasalah seluruh apa yang ada di dalamnya, maka menjadilah si kafir membolak-balikkan kedua telapak tangannya sebagai bentuk penyesalan serta merana atas apa yang telah ia nafkahkan di dalamnya, padahal kebun itu telah kosong lagi runtuh sebagiannya di atas sebagian lainnya, serta ia berkata: Aduhai kiranya aku dahulu mengenal nikmat-nikmat Allah serta kekuasaan-Nya sehingga aku tidak menyekutukan bagi-Nya seorang pun. Dan ini adalah penyesalan darinya pada saat penyesalan tersebut tidak lagi bermanfaat baginya.