Adapun dinding yang aku perbaiki kemiringannya hingga ia tegak maka sesungguhnya ia adalah milik dua orang anak yatim di negeri yang di sana terdapat dinding tersebut, dan dahulu di bawahnya terdapat simpanan bagi keduanya berupa emas serta perak, sedangkan bapak keduanya adalah seorang laki-laki yang saleh, maka Tuhanmu menginginkan agar keduanya menjadi dewasa serta mencapai kekuatannya, dan keduanya mengeluarkan simpanan keduanya sebagai rahmat dari Tuhanmu bagi keduanya. Dan tidaklah aku melakukan —wahai Musa— seluruh perkara yang engkau lihat aku melakukannya itu atas perintahku sendiri maupun dari pihak diriku sendiri, hanyalah aku melakukannya atas perintah Allah. Perkara tersebut yang mana aku jelaskan bagimu sebab-sebabnya itulah kesudahan segala urusan yang mana engkau tidak sanggup bersabar atas tindakan meninggalkan pertanyaan tentangnya dan pengingkaran atasku di dalamnya.