Orang-orang musyrik bertanya kepadamu wahai Rasul, tentang bulan Haram (terlarang; suci), “Apakah boleh berperang di dalamnya?” Katakan kepada mereka, “Perang pada bulan Haram itu dosanya besar di sisi Allah, jika sampai dilakukan penghalalan perang dan penumpahan darah di dalamnya. Namun, tindakan kalian menghalangi umat manusia dari masuk Islam dengan cara menyiksa dan menakut-nakuti mereka; keingkaran kalian kepada Allah, Rasul-Nya dan agama-Nya; tindakan kalian menghalangi orang-orang muslim untuk masuk ke Masjidil Haram serta mengusir Nabi dan kaum Muhajirin darinya, padahal mereka adalah penduduk tempat itu dan wali-walinya; adalah jauh lebih besar kejahatannya di sisi Allah daripada perang di bulan Haram.” Orang-orang kafir itu tidak juga berhenti melakukan kejahatan, namun justru terus-menerus melakukannya. Mereka masih saja memerangi kalian sehingga mereka berhasil mengembalikan kalian dari Islam menuju kekufuran, jika mereka mampu mewujudkan hal itu. Barang siapa di antara kalian, wahai kaum muslimin,mematuhi merka lalu murtad dari din-Nya, kemudian ia mati di atas kekufuran maka lenyaplah amalnya di dunia dan akhirat. Lalu ia pun menjadi bagian dari orang-orang yang kekal di neraka Jahanam tanpa pernah bisa keluar darinya selama-lamanya.