Samiri menjawab: Aku melihat apa yang mereka tidak melihatnya —yaitu Jibril 'alaihissalam— di atas seekor kuda, pada waktu keluarnya mereka dari lautan serta penenggelaman Firaun dan bala tentaranya, lalu aku mengambil dengan telapak tanganku tanah dari bekas telapak kaki kuda Jibril, kemudian aku melemparkannya ke atas perhiasan yang aku buat darinya anak sapi tersebut, maka menjadilah ia patung anak sapi yang memiliki suara melenguh; sebagai malapetaka serta fitnah, dan begitulah pula jiwaku yang senantiasa menyuruh pada keburukan telah menghiasi bagiku perbuatan ini.