Sungguh orang-orang kafir dan bapak-bapak mereka telah terpedaya dengan pemberian tempo dikarenakan apa yang mereka lihat berupa harta benda, anak-anak, serta panjangnya umur, sehingga mereka senantiasa menetapi di atas kekafiran mereka tidak beranjak darinya, dan mereka menyangka bahwa mereka tidak akan diazab padahal mereka telah lalai dari sunnah yang telah berlalu, maka Allah mengurangi bumi dari sisi-sisinya dengan apa yang Dia turunkan kepada orang-orang musyrik berupa siksaan di setiap penjuru serta berupa kekalahan, apakah ada dalam kemampuan orang-orang kafir —Makkah— tindakan keluar dari kekuasaan Allah, ataukah penolakan dari kematian?