Wahai sekalian manusia, jika kalian berada dalam keraguan tentang bahwasanya Allah menghidupkan orang-orang yang mati, maka sesungguhnya Kami telah menciptakan bapak kalian, Adam, dari tanah, kemudian keturunannya berkembang biak dari nutfah, yaitu air mani yang dipancarkan oleh laki-laki ke dalam rahim perempuan, lalu ia berubah dengan kekuasaan Allah menjadi 'alaqah, yaitu darah merah yang kental, kemudian menjadi mudghah, yaitu sepotong daging kecil seukuran apa yang dikunyah, maka adakalanya ia menjadi sempurna kejadiannya, yakni sempurna penciptaannya yang berakhir pada keluarnya janin dalam keadaan hidup, dan adakalanya tidak sempurna kejadiannya pada waktu yang lain, sehingga ia gugur sebelum sempurna; agar Kami menjelaskan kepada kalian kesempurnaan kekuasaan Kami dengan pengaturan fase-fase penciptaan, dan Kami menetapkan di dalam rahim apa yang Kami kehendaki, yaitu janin yang sempurna kejadiannya hingga waktu kelahirannya, dan fase-fase tersebut menjadi lengkap dengan lahirnya janin-janin sebagai anak-anak kecil yang bertumbuh besar hingga mencapai usia dewasa, yaitu waktu pemuda, kekuatan, dan kesempurnaan akal, dan sebagian anak-anak terkadang meninggal sebelum hal itu, dan sebagian mereka bertumbuh besar hingga mencapai usia tua renta dan kelemahan akal; sehingga orang yang berusia panjang ini tidak mengetahui sesuatu pun dari apa yang pernah diketahuinya sebelum itu. Dan engkau melihat bumi dalam keadaan kering lagi mati tidak ada tanaman padanya, maka apabila Kami menurunkan air kepadanya niscaya ia bergerak dengan tanaman yang mulai merekah darinya, serta ia meninggi dan bertambah karena pengairannya, lalu ia menumbuhkan dari setiap jenis tanaman yang indah yang menyenangkan orang-orang yang melihatnya.