Dalam keadaan lurus bagi Allah di atas keikhlasan amal bagi-Nya, seraya menghadap kepada-Nya dengan penyembahan bagi-Nya semata dan pemurnian dengan ketaatan, lagi berpaling dari apa yang selain-Nya dengan membuang kesyirikan, karena sesungguhnya barangsiapa yang menyekutukan bagi Allah sesuatu pun, maka perumpamaannya —dalam hal kejauhannya dari hidayah, dan dalam kebinasaannya serta kejatuhannya dari ketinggian iman bahkan menuju jurang kekafiran, serta penyambaran setan-setan kepadanya dari setiap penjuru— adalah laksana perumpamaan orang yang jatuh dari langit: maka adakalanya burung menyambarnya lalu ia memutus anggota tubuhnya, ataukah ia diterjang oleh badai yang sangat kencang dari angin, lalu angin itu melemparkannya di tempat yang jauh.