Maka para pembesar kaumnya mendustakannya, dan mereka berkata kepada orang-orang awam mereka: Tidaklah dia ini melainkan manusia seperti kalian yang tidak memiliki kelebihan atas kalian dalam sesuatu pun, dan dia tidak menginginkan dengan ucapannya itu melainkan kepemimpinan dan keutamaan atas kalian, dan seandainya Allah menghendaki untuk mengutus kepada kita seorang utusan niscaya Dia akan mengutusnya dari kalangan malaikat, kami belum pernah mendengar hal semisal ini pada orang-orang sebelum kami dari kalangan bapak-bapak dan kakek moyang. Dan tidaklah Nuh itu melainkan seorang laki-laki yang padanya terdapat gangguan kegilaan, maka tunggulah sampai dia sadar, lalu dia meninggalkan dakwahnya, atau dia mati, sehingga kalian bisa beristirahat darinya.