Namun para pengikut berselisih di dalam agama menjadi golongan-golongan dan kelompok-kelompok, mereka menjadikan agama mereka berbilang agama setelah sebelumnya mereka diperintah dengan persatuan, setiap golongan merasa bangga dengan pendapatnya seraya menduga bahwasanya ia berada di atas kebenaran sedangkan yang lainnya berada di atas kebatilan. Dan di dalam hal ini terdapat peringatan dari fanatisme golongan dan perpecahan dalam agama.