Dan para penyair itu tegaklah syair mereka di atas kebatilan dan kedustaan, serta orang-orang sesat lagi menyimpang dari kalangan orang-orang yang semisal mereka mengikuti mereka. Apakah engkau tidak melihat —wahai Nabi— bahwasanya mereka itu pergi laksana orang yang kebingungan di atas wajahnya, mereka terjun di dalam setiap seni dari seni-seni kedustaan, kebohongan, pencabik-cabikan harga diri, penikaman dalam nasab keturunan, serta pencemaran wanita-wanita yang menjaga kehormatan, dan bahwasanya mereka mengatakan apa yang tidak mereka lakukan, mereka berlebih-lebihan di dalam memuji ahli kebatilan, dan mereka merendahkan ahli kebenaran?