Maka tatkala Musa mendatangi api tersebut, Allah menyerunya dan mengabarkannya bahwa ini adalah tempat yang telah Allah sucikan dan berkahi, lalu Dia menjadikannya sebagai tempat untuk mengajak bicara Musa dan pengutusannya, dan bahwasanya Allah memberkahi siapa yang ada di dalam api dan siapa yang ada di sekelilingnya dari kalangan malaikat, serta sebagai pensucian bagi Allah Tuhan semesta alam dari apa yang tidak layak bagi-Nya. Wahai Musa sesungguhnya Aku-lah Allah yang berhak disembah semata, yang Maha Perkasa lagi Menang dalam pembalasan-Ku dari musuh-musuh-Ku, yang Maha Bijaksana dalam pengaturan makhluk-Ku. Dan lemparkanlah tongkatmu, lalu beliau melemparkannya maka menjadilah ia ular, maka tatkala beliau melihatnya bergerak dengan lincah laksana gerakan ular yang cepat niscaya beliau berpaling lari dan tidak kembali kepadanya, maka Allah menenangkannya dengan firman-Nya: Wahai Musa janganlah engkau takut, sesungguhnya Aku tidak akan ada rasa takut di sisi-Ku bagi orang-orang yang Aku utus mereka dengan risalah-Ku, akan tetapi barangsiapa yang melampaui batas dengan dosa, kemudian ia bertobat lalu ia mengganti dengan kebagusan tobat setelah keburukan dosa, maka sesungguhnya Aku Maha Pengampun baginya lagi Maha Penyayang kepadanya, maka janganlah seorang pun berputus asa dari rahmat Allah dan ampunan-Nya. Dan masukkanlah tanganmu ke dalam kerah bajumu niscaya ia keluar dalam keadaan putih laksana salju tanpa adanya penyakit kusta di dalam kumpulan sembilan mukjizat, yang mana ia beserta tangan adalah: tongkat, tahun-tahun kemarau, kekurangan buah-buahan, taufan, belalang, kutu, katak, and darah; sebagai penguatan bagimu dalam risalahmu kepada Firaun and kaumnya, sesungguhnya mereka itu dahulu adalah kaum yang keluar dari perintah Allah lagi kafir kepada-Nya.