Sesungguhnya engkau —wahai Rasul— tidak kuasa untuk memperdengarkan kebenaran kepada orang yang Allah telah mengecap di atas hatinya lalu Dia mematikannya, dan engkau tidak pula memperdengarkan dakwahmu kepada orang yang Allah tulikan pendengarannya dari pendengaran akan kebenaran saat keberpalingan mereka seraya menjauh darimu, karena sesungguhnya orang tuli tidaklah mendengar pendoaan apabila keberadaannya menghadap, maka bagaimana mungkin apabila keberadaannya berpaling darinya seraya membelakangi lagi menjauh?