Ali Imran
ngatlah, wahai Rasul, perihal Maryam, ibunya dan anaknya yaitu Isa; agar dengan itu engkau bisa membantah siapa saja yang mengklaim (meyakini) ketuhanan Isa atau statusnya sebagai anak Allah (menurut anggapan mereka). Yaitu ketika istri Imran mengandung (Maryam) seraya berkata, “Wahai Rabbku, ssungguhnya aku telah menjadikan (menadzarkan) janin yang ada di perutku ini semata untuk-Mu, agar berkhidmat untuk Baitul Maqdis. Oleh karena itu, terimalah nadzarku. Sesungguhnya hanya Engkau saja yang mendengar doaku dan mengetahui niatku.”