Dan apabila Kami merasakan manusia dari pihak Kami akan nikmat berupa kesehatan, kesejahteraan, dan kemakmuran, niscaya mereka bergembira dengan hal itu sebagai kegembiraan keangkuhan dan kesombongan, bukan kegembiraan syukur, namun jika menimpa mereka penyakit, kefakiran, ketakutan, dan kesempitan dikarenakan sebab dosa-dosa mereka dan maksiat-maksiat mereka, tiba-tiba mereka berputus asa dari hilangnya hal tersebut, dan inilah tabiat mayoritas manusia dalam keadaan lapang maupun sulit.