Orang-orang munafik itu menyangka bahwasanya pasukan Ahzab yang telah Allah Ta'ala kalahkan dengan seburuk-buruk kekalahan itu belum pergi; yang demikian itu karena dahsyatnya rasa takut dan pengecutnya mereka, dan seandainya pasukan Ahzab itu kembali ke —Madinah— niscaya orang-orang munafik itu akan bercita-cita seandainya keberadaan mereka adalah orang-orang yang gaib dari —Madinah— di tengah-tengah orang Arab badui, seraya mereka mencari-cari berita tentang kabar kalian dan bertanya-tanya tentang berita besar kalian, dan seandainya keberadaan mereka ada di tengah-tengah kalian niscaya mereka tidaklah berperang bersama kalian melainkan hanya sedikit saja dikarenakan banyaknya sifat pengecut mereka, kenistaan mereka, serta lemahnya keyakinan mereka.