Tidak ada atas Nabi Muhammad ﷺ suatu dosa pun pada perkara yang Allah halalkan baginya berupa pernikahan dengan istri orang yang beliau jadikan anak angkat setelah perceraiannya, sebagaimana Dia telah menghalalkannya bagi para Nabi sebelum beliau, sebagai sunnah Allah pada orang-orang yang telah berlalu sejak sebelumnya, dan keberadaan perintah Allah adalah takdir yang telah ditentukan yang pasti harus terjadi.