Apakah manusia yang mengingkari kebangkitan itu tidak melihat kepada awal penciptaannya lalu ia mengambil dalil dengannya atas tempat kembalinya, bahwasanya Kami telah menciptakannya dari nutfah yang melewati fase-fase hingga ia besar, namun tiba-tiba ia menjadilah orang yang banyak pertikaian lagi nyata pendebatannya?