Maka tatkala Ismail telah besar dan berjalan bersama bapaknya, berkatalah bapaknya kepadanya: Sesungguhnya aku melihat di dalam mimpi bahwasanya aku menyembelihmu, maka bagaimanakah pendapatmu? (sedangkan mimpi para Nabi adalah hak), lalu Ismail menjawab seraya meridakan Tuhannya, berbakti kepada orang tuanya, lagi membantu bagi bapaknya di atas ketaatan kepada Allah: Laksanakanlah apa yang Allah perintahkan kepadamu berupa penyembelihanku, engkau kelak akan mendapatiku —insya Allah— termasuk bagian dari orang-orang yang bersabar, taat, lagi mengharap pahala.