Dan apabila manusia tertimpa balak, kesulitan, dan penyakit niscaya ia mengingat Tuhannya, lalu ia memohon pertolongan kepada-Nya dan menyeru-Nya, kemudian apabila Dia mengabulkannya dan melenyapkan darinya bahayanya, serta menderma nikmat-Nya kepadanya, niscaya ia melupakan pendoaannya kepada Tuhannya saat kebutuhannya kepada-Nya, dan ia menyekutukan bersama-Nya akan selain-Nya; agar ia menyesatkan orang lain dari iman kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya, katakanlah kepadanya —wahai Rasul— seraya mengancam: Bersenang-senanglah engkau dengan kekafiranmu sebentar saja hingga kematianmu dan berakhirnya ajalmu, sesungguhnya engkau termasuk penduduk neraka yang kekal di dalamnya.