Allah membuat sebuah perumpamaan yaitu seorang hamba yang dimiliki oleh sekutu-sekutu yang saling bertikai, maka ia kebingungan di dalam meridakan mereka, dan seorang hamba yang murni bagi satu pemilik saja yang ia mengetahui maksudnya dan apa yang meridakannya, apakah keduanya sama perumpamaannya? Keduanya tidaklah sama, begitulah pula orang musyrik ia berada di dalam kebingungan dan keraguan, sedangkan orang mukmin berada di dalam istirahat dan ketenangan. Maka sanjungan yang sempurna lagi utuh hanyalah milik Allah semata, bahkan orang-orang musyrik tidak mengetahui kebenaran sehingga mereka mengikutinya.