Maka apabila manusia tertimpa kesulitan dan bahaya, ia memohon dari Tuhannya agar Dia memberikan kelapangan darinya, namun apabila Kami melenyapkan darinya apa yang menimpanya dan Kami memberikan kepadanya nikmat dari Kami niscaya ia kembali kepada Tuhannya dalam keadaan kafir, dan terhadap karunia-Nya dalam keadaan mengingkar, serta ia berkata: Hanyalah perkara yang aku diberikan ini melainkan hanyalah atas dasar ilmu dari Allah bahwasanya aku adalah orang yang layak baginya dan berhak, bahkan hal tersebut adalah fitnah yang Allah gunakan untuk menguji hamba-hamba-Nya; untuk melihat siapakah yang bersyukur kepada-Nya dari orang yang mengkufuri-Nya, akan tetapi mayoritas mereka —dikarenakan kebodohan mereka dan buruknya persangkaan mereka serta ucapan mereka— tidak mengetahui; maka karena itulah mereka menganggap fitnah tersebut sebagai anugerah.