Dan berkatalah seorang laki-laki yang beriman kepada Allah dari keluarga Firaun, yang ia menyembunyikan keimanannya seraya mengingkari atas kaumnya: Bagaimanakah mungkin kalian menghalalkan pembunuhan seorang laki-laki yang tidak ada kejahatan baginya di sisi kalian melainkan hanya karena ia berucap 'Tuhanku adalah Allah', padahal sungguh ia telah mendatangi kalian dengan membawa bukti-bukti yang memutus dari Tuhan kalian atas kejujuran apa yang ia katakan? Maka jika keberadaan Musa adalah seorang pendusta maka sesungguhnya akibat buruk kedustaannya adalah kembali atas dirinya sendiri semata, namun jika keberadaannya adalah orang yang jujur niscaya akan menimpa kalian sebagian perkara yang ia ancamkan kalian dengannya, sesungguhnya Allah tidak memberi taufik bagi kebenaran kepada orang yang keberadaannya melampaui batas, dengan cara meninggalkan kebenaran dan menghadap kepada kebatilan, lagi pendusta dengan penisbatannya terhadap apa yang ia keterlaluan di dalamnya kepada Allah.