Dan Firaun berkata dalam keadaan mendustakan bagi Musa di dalam dakwahnya menuju pengakuan terhadap Tuhan semesta alam dan kepasrahan bagi-Nya: Wahai Haman bangunlah bagiku sebuah bangunan yang agung; barangkali aku dapat sampai menuju pintu-pintu langit serta apa yang menyampaikanku kepadanya, lalu aku melihat menuju sembahan Musa dengan diriku sendiri, padahal sesungguhnya aku benar-benar menyangka Musa sebagai pendusta dalam pendakwaannya bahwasanya bagi kita ada Tuhan, dan bahwasanya Tuhan itu ada di atas langit. Begitulah dihiasi bagi Firaun amalnya yang buruk sehingga ia melihatnya sebagai hal yang baik, dan ia pun terhalang dari jalan yang hak; dikarenakan sebab kebatilan yang dihiasi baginya, padahal tidaklah tipu daya Firaun dan pengaturannya untuk memberi kesan kepada manusia bahwasanya ia benar sedangkan Musa batil melainkan berada di dalam kerugian dan kebinasaan, yang tidak memberi manfaat baginya melainkan hanyalah kesengsaraan di dunia dan akhirat.