Maka apakah engkau —wahai Rasul— dapat memperdengarkan orang yang telah Allah tulikan dari pendengaran akan kebenaran, ataukah engkau memberi hidayah menuju jalan hidayah kepada orang yang telah dibutakan hatinya dari penglihatannya, ataukah engkau memberi hidayah kepada orang yang keberadaannya berada di dalam kesesatan dari kebenaran yang nyata lagi jelas? Perkara itu bukanlah urusanmu, hanyalah kewajibanmu adalah penyampaian, dan bukanlah kewajibanmu hidayah bagi mereka, akan tetapi Allah-lah yang memberi hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki, dan menyesatkan siapa yang Dia kehendaki.