Kemudian Kami menjadikanmu —wahai Rasul— di atas manhaj yang nyata dari urusan agama, maka ikutilah syariat yang Kami jadikan engkau di atasnya itu, dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu orang-orang yang bodoh terhadap syariat Allah yang mana mereka tidak mengetahui kebenaran. Dan di dalam ayat ini terdapat penunjukan yang agung atas kesempurnaan agama ini dan kemuliaannya, serta kewajiban kepatuhan bagi hukumnya, dan ketiadaan kecenderungan menuju hawa nafsu orang-orang kafir serta orang-orang ateis.