Maka apakah orang yang keberadaannya berada di atas bukti yang nyata dari Tuhannya serta ilmu akan keesaan-Nya, adalah laksana orang yang setan telah menghiasi baginya amalnya yang buruk, dan ia mengikuti apa yang jiwanya ajak kepadanya berupa kemaksiatan kepada Allah dan penyembahan selain-Nya tanpa adanya hujah dan tidak pula bukti? Mereka tidaklah sama.