Muhammad adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersamanya di atas agamanya adalah orang-orang yang keras terhadap orang-orang kafir, lagi berkasih sayang di antara sesama mereka, engkau melihat mereka dalam keadaan ruku' lagi sujud bagi Allah di dalam salat mereka, seraya mereka mengharapkan Tuhan mereka agar Dia menderma nikmat atas mereka, sehingga Dia memasukkan mereka ke surga, dan rida dari mereka, tanda ketaatan mereka bagi Allah tampak nyata di wajah-wajah mereka dari bekas sujud dan ibadah, inilah sifat mereka di dalam Taurat. Sedangkan sifat mereka di dalam Injil adalah laksana sifat sawah ladang yang mengeluarkan batangnya dan cabangnya, kemudian cabangnya itu bertambah banyak setelah itu, lalu ia memperkuat sawah ladang itu, sehingga ia menjadilah kuat dan tegak berdiri di atas batang-batangnya dalam keadaan indah pemandangannya, yang mengagumkan para petani; agar Dia membuat marah dengan orang-orang mukmin ini di dalam banyaknya mereka dan indahnya pemandangan mereka akan orang-orang kafir. Dan di dalam hal ini terdapat dalil atas kekafiran orang yang membenci para Sahabat —radhiyallahu 'anhum—; karena sesungguhnya barangsiapa yang Allah buat ia marah dengan sebab para Sahabat, maka sungguh telah didapati di dalam haknya faktor yang mewajibkan hal itu, yaitu kekafiran. Allah menjanjikan orang-orang yang beriman di antara mereka kepada Allah dan rasul-Nya serta mengerjakan apa yang Allah perintahkan mereka dengannya, dan menjauhi apa yang Dia larang mereka darinya, akan ampunan bagi dosa-dosa mereka, serta pahala yang melimpah yang tidak terputus, yaitu surga. (Dan janji Allah adalah hak yang dibenarkan yang tidak menyalahi, dan setiap orang yang mengikuti bekas peninggalan para Sahabat radhiyallahu 'anhum maka ia berada di dalam hukum mereka di dalam keberhakan ampunan dan pahala yang agung, padahal bagi mereka terdapat keutamaan, pendahuluan, serta kesempurnaan yang tidak ada yang dapat menyusul mereka di dalamnya seorang pun dari umat ini, radhiyallahu 'anhum wa ardhaahum).