Dan bersabarlah engkau —wahai Rasul— bagi ketetapan hukum Tuhanmu dan perintah-Nya pada apa yang Dia bebankan kepadamu berupa risalah, serta atas apa yang menimpamu berupa gangguan kaummu, karena sesungguhnya engkau berada di bawah pengamatan Kami serta penjagaan dan perhatian, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu saat engkau bangkit menuju salat, dan saat engkau bangun dari tidurmu, serta pada waktu malam maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan agungkanlah Dia, serta salatlah bagi-Nya, dan lakukanlah hal itu saat salat subuh pada waktu perginya bintang-bintang. Dan di dalam ayat ini terdapat penetapan bagi sifat Dua Mata bagi Allah Ta'ala dengan apa yang layak bagi-Nya, tanpa ada penyerupaan dengan makhluk-Nya ataukah penggambaran tata cara bagi zat-Nya, Subhanahu wa bihamdih, sebagaimana hal itu telah tetap dengan Sunnah, dan telah disepakati atasnya oleh salaf umat ini, padahal lafaznya datang di sini dengan bentuk jamak demi pengagungan.